Kelemahan Jokowi Yang diincar Lawan Politiknya

Kehadiran Mahfud MD di acara Indonesia Lawayers Club (ILC) mengungkap sejumlah cerita lain, satu diantaranya yakni kelemahan Jokowi yang selama ini sangat dicari oleh lawan politiknya.

Mahfud MD diketahui hampir saja menjadi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019.

Namun rencana itu batal, nama Mahfud MD digantikan oleh Ma'ruf Amin sebagai Cawapres Jokowi.

Mahfud Md mengungkap cerita lain ketika Karni Ilyas bertanya apakah Mahfud Md mau menjadi tim sukses dari Jokowi-Ma'ruf Amin.

Mahfud MD tak menjawab secara langsung, namun ia bercerita soal sejumlah tawaran yang pernah disodorkan padanya.

"begini sampai sekarang saya bersama Jokowi di kenegaraan di BPIP, BPIP ini punya negara, Jokowi yang paling semangat membentuknya," kata Mahfud MD.

Mahfud MD bercerita sejak awal sudah ditawari menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolhukam) dalam kabinet Jokowi.

Tawaran itu datang pada Mahfud MD lewat Luhut Binsar Pandjaitan pada Mei 2015.

"pemerintah perlu bantuan untuk Menkopolhukam, mau ada resuffle, ada dua kandidat waktu itu," kata Mahfud MD.

Hanya saja pertimbangan Mahfud Md ialah pada tahun 2014 dirinya mendukung Prabowo.

"Masa saya yang tidak berkeringat bisa dapat jabatan itu," kata Mahfud MD.

Mahfud MD mengatakan tawaran lain yang datang ialah menjadi Komisaris Utama dan Jaksa Agung.

Kedua tawaran tersebut juga datang melalui Luhut Pandjaitan.

Untuk kesekian kalinya Mahfud MD menolak tawaran tersebut sampai akhirnya Luhut menawarkan jabatan di BPIP.

"Kalau soal ideologi saya mau," katanya.

Mahfud MD kemudian membeberkan empat hal yang membuat Jokowi menjadi pribadi yang baik di matanya.

"semua lawan politik cari titik lemah korupsinya Jokowi, kalau ketemu sudah kena tuh, keluarga ga ikut-ikut, anaknya juga ga," kata Mahfud MD.

Faktor kedua yang membuktikan bahwa Jokowi merupakan orang baik yakni sikap tegasnya.

Kala itu, Mahfud MD diminta ikut berdiskusi soal polemik revisi UU MD3.

Kemudian Mahfud MD mengusulkan pada Jokowi untuk meloby Ketua Partai dan DPR agar memilih jalan alternatif yang sudah mereka susun sebelumnya.

"saya jalan berdua dengan Presiden saya bisik presiden, untuk selesaikan kemelut ini gampang bapak loby saja ketua partai dan DPR agar mengambil jalan keluar seperti itu, 'pak mahfud untuk apa loby itu kan sudah benar hukumnya, untuk apa saya loby ? biar DPR protes saya jalan saya,' itu saya katakan berani pak Jokowi," terangnya sembari menirukan gaya bicara Jokowi.

Hal lain yang membuat Mahfud MD menilai Jokowi merupakan sosok baik ialah soal kejadian seorang pengendara yang membela diri hingga menewaskan pelaku begal di Bekasi.

Pada kasus ini, pengendara bernama Ifan tersebut ditetapkan menjadi tersangka karena membela diri hingga mengakibatkan pelaku begalnya tewas.

"ini ndak benar menurut kitab hukum pidana orang bela diri, pak presiden betul pak ada Undang-undangnya ? biasanya ndak baca saya dengar biasanya saya tangani saya catat. besoknya anak ini tidak menjadi tersangka dan diberi penghargaan, presiden responsif, ga ada sejarahnya di Indonesia orang sudah tersangka kemudian dilepas dan diberi penghargaan," kata Mahfud MD yang kemudian pamit pulang dari acara ILC.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAK Emak: Hutang Negara Dibawah Jokowi Bejibun tapi Rakyat Malah Makin Tercekik…

Narkoba Era Jokowi dan Ironi Hak Asasi Manusia

Bidang Ekonomi Titik Lemah Pemerintahan Jokowi